SIDOARJO – Dugaan perundungan terhadap seorang siswa kelas 7 SMPN 1 Krian, Sidoarjo, menuai perhatian serius. Seorang siswa yang disebut dengan nama samaran Exzel diduga menjadi korban kekerasan fisik dan psikis yang dilakukan oleh sejumlah siswa senior pada Kamis (20/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula ketika korban diduga dibawa secara paksa oleh lebih dari delapan siswa kelas 9 menuju area parkir sekolah. Korban kemudian disebut dibawa ke bagian belakang sekolah yang berada di sekitar area makam.
Situasi berlanjut ketika korban diduga dibawa menggunakan sepeda motor menuju sebuah lahan kosong yang berjarak sekitar 200 meter dari lingkungan sekolah. Dalam perjalanan, korban disebut berada di antara dua siswa, sementara sejumlah siswa lainnya mengikuti dari belakang.
Sesampainya di lokasi, korban diduga mengalami kekerasan secara beramai-ramai. Ia disebut dipukul secara bergantian dan mendapat tindakan kekerasan menggunakan rokok hingga mengalami luka pada tubuh.
Keluarga korban menilai kejadian tersebut sudah berada di luar batas kenakalan remaja. Banyaknya siswa yang diduga terlibat serta lokasi kejadian yang berada di luar lingkungan sekolah membuat pihak keluarga mempertanyakan pengawasan terhadap para siswa.
Selain mengalami luka secara fisik, korban disebut mengalami tekanan psikologis setelah kejadian. Rasa takut dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial menjadi perhatian keluarga yang kini menginginkan adanya pendampingan untuk memulihkan kondisi korban.
Pihak keluarga juga mempertanyakan langkah penanganan dari sekolah dan meminta agar kasus tersebut ditindaklanjuti secara serius. Mereka berharap pihak sekolah tidak hanya menyelesaikan persoalan secara internal, tetapi juga memastikan keselamatan dan pemulihan korban.
Karena merasa penanganan kasus belum sesuai harapan, orang tua korban menyatakan siap menempuh jalur hukum. Mereka berencana menyampaikan laporan kepada pihak perlindungan perempuan dan anak serta Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.
Keluarga berharap dugaan kekerasan tersebut dapat diusut secara menyeluruh, termasuk meminta evaluasi terhadap sistem pengawasan di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali menimpa siswa lainnya.
(Yan/Red)
Dugaan Kekerasan terhadap Siswa SMPN 1 Krian Berujung Ancaman Laporan Hukum
